Category Archives: Komputer

VP dari Microsoft kerepotan dengan Vista

Senang juga akhirnya mendengar bahwa orang2 Microsoft sendiri mengalami kesulitan dalam instalasi Vista.  Artikel dari NYT menayangkan pengalaman beberapa VP Windows Product dari Microsoft. Mike Nash, Jon Shirley, dan Steve Sinofsky mengaku dalam email internal bahwa mereka mengalami kesulitan dengan Vista. Padahal ini sesudah Vista di luncurkan sebagai produk matang, sebagai “upgrade” dari XP.

 Rupanya Vista masih kekurangan banyak driver untuk alat peripheral (spt. printer, scanner, dsb).  Tidak mengherankan. Windows-XP saja perlu 5 tahun lebih untuk melengkapi driver2 semua peripheral.

Jadi, buat apa kita upgrade the Vista kalau semua alat peripheral mogok?

Iklan

Apple OS-X mengalahkan Linux pasaran desktop (?)

Minggu ini ada artikel menarik dari Chris Howard (applematters.com) yang mengemukakan pendapat bahwa Apple OS-X bisa mengalahkan Linux sebagai operating system untuk komputer desktop.

Klaim ini memang didasarkan angka-angka statistik adopsi OS-X dalam dunia korporat:

  • Persentase penggunaan OS-X selama dua tahun terakhir menanjak dari 4.21% (Januari 2006) mencapai 7.31% (Desember 2007)
  • Sedangkan dalam jangka waktu sama, persentase adopsi Linux naik 0.29% ke 0.63%.

Belum lagi Apple OS-X banyak memiliki aplikasi-aplikasi, seperti dari Adobe (Photoshop, Ilustrator, dsb) dan terakhir ini dari Microsoft (Mac Office 2008 dan dulu 2004).

Seperti sudah saya utarakan dalam blog sebelumnya, dalam korporat IT masalah Service & Support (S&S) itu penting sekali. Malah, bagi para CIO anggaran keuangan untuk S&S selalu lebih besar dibanding anggaran beli hardware/software. Kalau komputer atau network mengalami downtime, yang mendapat hukuman (dalam bentuk potongan gaji atau bonus) adalah pihak kelompok IT.

Ini kekurangannya Linux: tidak ada Service & Support yang memadai. Para administrator IT tidak punya waktu untuk utak-utik operating system atau aplikasi (ex. kernel debug, recompile, add driver, dsb. dsb). Bagi administrator IT lebih mudah angkat telepon dan mengajukan Service Ticket kepada pihak penerbit software. Kemudian pihak penerbit diberi waktu beberapa jam (ex. 24 jam) untuk mencari resolusi. Mungkin dalam bentuk patch atau install (build) yang baru. Kalau pihak penerbit gagal mencari resolusi, kontrak S&S otomatis berakhir (terminated), software dikembalikan (dan administrator IT tidak akan pernah membeli software dari penerbit itu lagi). End of relationship, don’t bother calling us again.

Memang kedengarannya brutal, tetapi begitulah kenyataan hidup dalam dunia software bagi korporat IT.

Akhirnya muncul juga: Office Mac 2008

Awal Januari ini banyak yang sudah yang menunggu munculnya Microsoft Office untuk Apple Macintosh (versi 2008). Edisi yang terakhir sudah cukup kuno (versi 2004). Targetnya adalah untuk komputer Macintosh yang menggunakan processor Intel yang baru dan processor PowerPC yang dulu.

Apple Macintosh banyak sekali digunakan dalam industri media dan desain di AS. Mungkin karena user interface lebih menarik bagi orang-orang dunia kreatif. Mungkin juga karena banyak software-software yang penting bagi mereka (seperti Photoshop, Ilustrator, Quark Express, dsb) mendapat prioritas penting dalam perusahaan2 penerbit software itu. Dunia media dan desain merupakan suatu niche market yang cukup setia kepada Apple.

Realitasnya bagi banyak design shop kecil s/d medium, kurangnya aplikasi bisnis (seperti Microsoft Office) selama ini cukup merepotkan. Sering kali untuk menulis dokumen (word processing) harus menggunakan komputer khusus Windows atau Linux (ex. Star Office). Belum lagi sang IT administrator harus faham Mac dan Windows.

Dengan munculnya Office Mac 2008 diharapkan banyak perusahaan desain yang akan upgrade atau beli baru versi 2008 ini. Investasi hardware tetap sama (Apple), produktivitas meninggi karena pekerja bisa menggunakan komputer yang sama untuk aplikasi bisnis.

Its about time…