Kemenangan Format Blu-Ray

Dengar2 sebentar lagi Toshiba akan mengumumkan “kalahnya” HD-DVD oleh Blu-Ray. Toshiba akan mengambil strategi “quiet exit” dari produksi player HD-DVD.

Kronologi jatuhnya kamp HD-DVD dimulai pada hari Jumat sebelum CES2008, ketika studio Warner mengumumkan akan pindah eksklusif pada format Blu-Ray. Setelah itu beberapa studi kecil juga ikut pindah, dan beberapa kelompok toko2 retail juga memilih Blu-Ray. Demikian juga BlockBuster, yang merupakan salah satu chain video rental di AS.

Kemungkinan besar Toshiba akan menutup semua produksi HD-DVD, termasuk plant HD-DVD di Jepang. Kerugiannya bisa mencapai ratusan juta dolar. Ada beberapa faktor yang ikut berperan dalam jatuhnya kamp HD-DVD:

  • Penggunaan Blu-Ray dalam PS3: Sampai akhir 2007 Sony sudah berhasil menjual 2 juta unit PS3, yaitu sama dengan 2 juta unit player Blu-Ray. Ini market “geek” yang cukup besar, yaitu para geek yang tergolong Early Adopter.
  • Kurangnya komitmen Microsoft: Memang MSFT mengumumkan support HD-DVD untuk console Xbox360. Tetapi bukan sebagai player yang built-in, melainkan sebagai player tambahan (melalui USB port). Mungkin ini strategi lihai dari MSFT yang lebih mementingkan penjualan game (software) dari player HD-DVD.
  • Resesi di AS: Dengan mulainya masa resesi di AS sejak awal tahun 2008 para pimpinan Studio2 tidak mampu bermain-main dengan dua format. Tujuan utama mereka adalah menjual konten (film), bukan barang elektronika. Konsumen sudah kurang duit, kalau formatnya ada dua pasti bingung dan tidak jadi belanja.

Dari sudut hidup sehari-hari menangnya Blu-Ray dapat dilihat dari beberapa contoh. Pada toko BlockBuster disk2 Blu-Ray (paket biru) sekarang mendapat promosi keras dan lokasi penataan yang prominen. Sedangkan disk2 HD-DVD (paket merah) digeletakkan begitu saja di sudut. Pada toko online Amazon, harga disk Blu-Ray sudah naik lagi (hampir $30 lebih). Padahal sebelum akhir Januari 2008, harga2 kebanyakan disk di bawah $20. Ini menunjukkan naiknya tingkat pembelian disk Blu-Ray.

Iklan

Komentar ditutup.