Politik Blu-Ray dan HD-DVD

Minggu ini ada tayangan menarik dari direktor film Transformers, yaitu Michael Bay. Di AS film Transformers boleh dianggap sukses sekali. Sayangnya, film tersebut baru muncul bulan ini dalam format HD-DVD.

Peperangan format antara format Blu-Ray (kamp Sony) versus HD-DVD (kamp Toshiba dan Microsoft) sudah berlangsung sejak pertengahan tahun 2006. Tujuan Sony adalah untuk menggunakan produk2nya sebagai titik penyebaran format Blu-Ray. Produk pertama adalah console PlayStation 3 (PS3) yang memiliki player Blu-Ray. Produk kedua adalah film-film produksi studio Sony Pictures yang diterbitkan dalam format Blu-Ray.

Dari segi teknis teknologi Blu-Ray menggunakan sinar laser berwarna biru-violet dengan wavelength 405nm untuk melakukan read/write pada disk. Satu sisi disk Blu-Ray dapat menyimpan data sebanyak 25 Gigabyte (hampir 7 kali DVD biasa). Perusahaan-perusahaan yang menciptakan Blu-Ray Association adalah Matsushita, Pioneer, Philips, Thomson, LG Electronics, Hitachi, Sharp, Samsung dan Sony.

Teknologi HD-DVD berasal dari teknologi Advanced Optical Disc yang dipimpin oleh Toshiba dan NEC. Mirip dengan Blu-Ray, tetapi memiliki format dan kapasitas yang agak berbeda. HD-DVD format memiliki kapasitas 15 Gbyte (sartu sisi) dan 30 Gbyte (dua sisi). Dengan sistem 3-layer, disk ini bisa menyimpan data sebanyak 51 Gbyte. Peperangan format ini menjadi lebih kompleks ketika Microsoft ikut terjun ke arena dengan memberikan dukungan pada format HD-DVD.

Saat ini banyak studio-studio di Holywood yang mandek terbentur peperangan antara Blu-Ray dan HD-DVD. Bagi suatu studio cukup mahal kalau mencetak film dalam dua format sekaligus. Lebih mudah bagi mereka untuk mencetak dalam satu format saja.

Di AS banyak konsumer yang masih menunggu-nunggu usainya peperangan ini. Para konsumer tidak peduli dengan format tetapi akan marah/kesal kalau harus membeli dua player. Ada player yang memainkan dua format (eg. Samsung, LG), tetapi harganya masih mahal. Tahun 1970an pernah ada peperangan format videocassette antara format Betamax (dari Sony) dan VHS (dari JVC). Di AS yang dulu menang adalah format VHS.

Menurut catatan Michael Bay, Microsoft sengaja mengeruhkan peperangan ini dengan membayar puluhan juta dolar ke studio-studio di Holywood. Menurut Bay, tujuan Microsoft adalah untuk menghancurkan kedua format tersebut sehingga para konsumer akan menggunakan cara download dari Internet saja.

IMHO, ini teori yang cukup menarik. Make sense juga. Memang Microsoft sudah mengembangkan berbagai produk untuk mendorong kuasanya dalam sektor Home Entertainment Computing (HEC). Sebagai contoh adalah produk Windows Home Server dan Rights Management Server. Jelas ini diarahkan pada market HEC. Selain itu, Microsoft juga ingin agar produk Xbox360 menjadi titik tumpu (center) dari ekosistem HEC.

Iklan

3 responses to “Politik Blu-Ray dan HD-DVD

  1. Hi… Nama saya Gede dari Pulau Bali, Indonesia.

    Bolehkah saya taruh artikel Anda ini di situs pribadi saya?

    Terima kasih.

  2. Pak, boleh saja Pak… 🙂

  3. Artikel yang menarik. Untungnya sudah ada solusinya dengan kemenangan Blue-Ray, sehingga tidak seperti perang masa lalu yang bikin kita repot sendiri. Semoga TV LCD HD nantinya makin murah, soalnya lucu aja kalo nonton film format HD di TV tabung biasa, he..he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s