Hardjono Teknoblog

Kecepatan Pelayanan Internet: lokal dan ke Jakarta

Januari 1, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Belakangan ini saya sering mendapat “iklan sampah” (junk mail) mengenai jasa pelayanan Internet kecepatan tinggi. Rupanya ATT sedang ingin menggeser ComCast dalam pemberian jasa Internet di daerah Silicon Valley. Keduanya selalu saja “membual” soal daya kecepatan servis Internet masing-masing :)

Iseng-iseng saya cari online tool yang bisa memberikan gambaran berapa kecepatan koneksi CableModem yang saat ini dari ComCast.com. Ada dua situs test yang cukup menarik, yaitu myspeed.visualware.com dan www.speedtest.net.

Test yang pertama dengan www.visualware.com hanya mencakup jarak dekat, yaitu dengan server yang lokasinya di San Jose. Hasilnya 570Kbps (download) dan 1.5Mbps (upload). Sebenarnya agak tidak sesuai dengan pemasaran/marketing dari ComCast, yaitu jasa CableModem. Tapi, yach begitulah jasa ISP …:)

Test kedua dengan speedtest.com adalah dengan suatu server di Jakarta. Kecepatan download kira-kira 150 Kbps dan upload 220 s/d 330 Kbps. Kurang tahu server jenis apa yang ada di Jakarta (katanya milik biznetworks.com). Silahkan coba sendiri :)

 

→ Tinggalkan KomentarKategori: Infrastruktur · Teknologi Informasi

Repotnya mengganti Hard Drive di Mac iBook

Desember 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Bagi orang yang memiliki laptop buatan Apple, mungkin sudah tahu mengenai repotnya mengganti hard drive. Dari dulu saya ingin mengganti hard drive iBook saya karena kapasitasnya kecil. Setelah tanya ke Apple store dan toko repair Apple, katanya laptopnya harus diserahkan (kira-kira 3 hari) dan biaya bisa sampai $60 (tidak termasuk harga hard drive baru).

Lebih ngeri lagi, hard drive yang lama tidak dikembalikan kepada kita. Artikel ini juga menceritakan hal yang sama.

OK, saya pikir: how hard can this be? Kan hanya hard drive. Kalau pada laptop ThinkPad mengganti hard drive hanya perlu buka 1 sekrup. Kalau pada laptop Dell Latitude hanya 2 sekrup. Paling-paling memakan waktu 1 menit.

Surprise, surprise: mengganti hard drive iBook luar biasa repot sekali. Untuk mencapai hard drive fisik, harus membongkar laptop. Keyboard harus diangkat. Terus Airport card di cabut. Memory/RAM cover di cabut. Terus laptop di balik. Lalu undercover di lepas. CD drive di lepas. Kabel2 di lepas. Dst dst dst. Edaan…. Kira-kira 20 plus sekrup harus dilepas. Pantas saja toko repair Apple minta $60 per jam. Dengar-dengan sama repotnya dalam hal laptop MacBookPro.

Kalau perusahaan Apple memang ingin seri laptopnya di gunakan dalam dunia Korporat/Enterprise, desain lokasi hard drive perlu di perbaiki. Kebanyakan personel IT sudah menyiapkan “Gold Image” dari OS dan Aplikasi2 korporat dalam hard drive yang lepas. Jadi ketika memesan laptop baru (ex. untuk pekerja baru), hard drive dari pabrik tinggal dilepas dan diganti dengan hard drive yang sudah di persiapkan. Laptop siap dipakai dalam 1 menit. Para personel IT tidak bisa membuang waktu 1 jam lebih per laptop hanya untuk mengganti hard drive.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Teknologi Informasi

Why I’m feeling Blue: Blu-Ray atau HD-DVD

Desember 28, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pada akhir tahun di AS ini satu topik yang sering muncul di media adalah tingkat pembelian hardware Hi Definition (HiDef) player Blu-Ray Disc (BD) and HD-DVD. Yang menjadi isu adalah tingkat adopsi kedua teknologi ini pada saat “sale season” ini, dimana harga-harga hardware di diskon besar sekali. Sebagai contoh, toko retail besar Circuit City dan Best Buy menjual player seharga kira-kira $250. Harga ini lumayan murah sebab ada player sudah di diskon 50%. Padahal teknologi ini baru dipasarkan kira-kira setahun lebih.

Yang menjadi masalah juga adalah kekacauan di pikiran pihak konsumen (customer confusion). Kebanyakan konsumen di AS masih bingung mengenai Televisi HiDef: Plasma atau LCD, 1080i vs 1080p, upconvert ke 1080i, dsbnya. Terus sekarang ditambah lagi istilah-istilah seperti Blu-Ray, HD-DVD, Standard DVD, Full HD, dsbnya. No wonder :(

Ada data-data dari “pertempuran format” Blu-Ray vs HD-DVD ini:

  • Di Eropa jumlah Blu-Ray disk yang terjual baru saja melewati 1 juta disk, yaitu 73% jumlah total disk film/movie HiDef. Yang 27% lainnya adalah HD-DVD.
  • Kalau dihitung jumlah Game Disc yang terjual, Blu-Ray sudah laku 21 juta disk. Ini disebabkan karena game console Playstation 3 menggunakan format Blu-Ray.
  • Di AS jumlah disk HiDef yang terjual (BD dan HD-DVD) adalah 2% dari total film/movie disk. Jadi 98% di AS masih menggunakan Standard DVD yang lama/umum saat ini.
  • Di AS jumlah HiDef player terjual adalah Blu-Ray 2.7 juta unit dan HD-DVD 750,000 unit. Angka Blu-Ray ini termasuk kira-kira 2 juta unit Playstation3.

Kalau begini sich tunggu-tunggu saja deh. Andaikan saja player2 yang dual format (seperti Samsung dan LG) bisa semurah single-format player, mungkin saja lebih banyak orang yang membeli.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Teknologi Informasi

Software Radio chipset baru Intel: WiMax, WiFi dan DVB-H

Desember 13, 2007 · 1 Komentar

Minggu ini Intel mengumumkan demo suatu chip baru yang berfungsi atas dasar konsep software radio.

Chip ini dapat meng-handle WiFi (802.11), WiMax (802.16) dan DVB-H. Kapabilitas yang terakhir ini adalah untuk memproses content dalam format standard DVB-H (Digital Video Broadcasting – Handheld). DVB-H adalah standard untuk konten TV yang digunakan di Eropa.

Konsep dari Intel adalah mobilitas konten, dimana pemakai dapat menerima packet konten (ex. di laptop) melalui sarana Wireless Broadband (WiMax) ketika sedang jalan-jalan dan melalui sarana WiFi kalau sedang statis (ex. dirumah). Dengan menggunakan 1 chip diharapkan bahwa form factor ukuran akan lebih kecil dibandingkan dengan 2 atau 3 chip radio.

IMHO, jelas ini bagian dari strategi Intel dalam dunia WiMax. Intel Capital sudah menanamkan lebih dari $600 juta untuk pemain-pemain dunia WiMax. Tetapi, hal yang menarik adalah support untuk DVB-H dalam chip mobile ini. Jelas Intel memiliki keinginan strategis untuk memegang peran penting dalam dunia konten.

→ 1 CommentKategori: Teknologi Informasi

Politik Blu-Ray dan HD-DVD

Desember 5, 2007 · & Komentar

Minggu ini ada tayangan menarik dari direktor film Transformers, yaitu Michael Bay. Di AS film Transformers boleh dianggap sukses sekali. Sayangnya, film tersebut baru muncul bulan ini dalam format HD-DVD.

Peperangan format antara format Blu-Ray (kamp Sony) versus HD-DVD (kamp Toshiba dan Microsoft) sudah berlangsung sejak pertengahan tahun 2006. Tujuan Sony adalah untuk menggunakan produk2nya sebagai titik penyebaran format Blu-Ray. Produk pertama adalah console PlayStation 3 (PS3) yang memiliki player Blu-Ray. Produk kedua adalah film-film produksi studio Sony Pictures yang diterbitkan dalam format Blu-Ray.

Dari segi teknis teknologi Blu-Ray menggunakan sinar laser berwarna biru-violet dengan wavelength 405nm untuk melakukan read/write pada disk. Satu sisi disk Blu-Ray dapat menyimpan data sebanyak 25 Gigabyte (hampir 7 kali DVD biasa). Perusahaan-perusahaan yang menciptakan Blu-Ray Association adalah Matsushita, Pioneer, Philips, Thomson, LG Electronics, Hitachi, Sharp, Samsung dan Sony.

Teknologi HD-DVD berasal dari teknologi Advanced Optical Disc yang dipimpin oleh Toshiba dan NEC. Mirip dengan Blu-Ray, tetapi memiliki format dan kapasitas yang agak berbeda. HD-DVD format memiliki kapasitas 15 Gbyte (sartu sisi) dan 30 Gbyte (dua sisi). Dengan sistem 3-layer, disk ini bisa menyimpan data sebanyak 51 Gbyte. Peperangan format ini menjadi lebih kompleks ketika Microsoft ikut terjun ke arena dengan memberikan dukungan pada format HD-DVD.

Saat ini banyak studio-studio di Holywood yang mandek terbentur peperangan antara Blu-Ray dan HD-DVD. Bagi suatu studio cukup mahal kalau mencetak film dalam dua format sekaligus. Lebih mudah bagi mereka untuk mencetak dalam satu format saja.

Di AS banyak konsumer yang masih menunggu-nunggu usainya peperangan ini. Para konsumer tidak peduli dengan format tetapi akan marah/kesal kalau harus membeli dua player. Ada player yang memainkan dua format (eg. Samsung, LG), tetapi harganya masih mahal. Tahun 1970an pernah ada peperangan format videocassette antara format Betamax (dari Sony) dan VHS (dari JVC). Di AS yang dulu menang adalah format VHS.

Menurut catatan Michael Bay, Microsoft sengaja mengeruhkan peperangan ini dengan membayar puluhan juta dolar ke studio-studio di Holywood. Menurut Bay, tujuan Microsoft adalah untuk menghancurkan kedua format tersebut sehingga para konsumer akan menggunakan cara download dari Internet saja.

IMHO, ini teori yang cukup menarik. Make sense juga. Memang Microsoft sudah mengembangkan berbagai produk untuk mendorong kuasanya dalam sektor Home Entertainment Computing (HEC). Sebagai contoh adalah produk Windows Home Server dan Rights Management Server. Jelas ini diarahkan pada market HEC. Selain itu, Microsoft juga ingin agar produk Xbox360 menjadi titik tumpu (center) dari ekosistem HEC.

→ 3 CommentsKategori: Teknologi Informasi

Kota Birmingham, AL pertama membeli laptop murah OLPC

Desember 4, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kota Birmingham di propinsi Alabama akan menjadi kota pertama yang secara formal membeli laptop XO dari OLCP. Demikian laporan dari koran setempat.

Walikota Birmingham sudah menandatangani pemesanan 15000 unit laptop XO, masing-masing seharga $200. Maksudnya untuk memberi akses Internet bagi anak-anak SD dan SMP di sekolah-sekolah umum di Birmingham.

Secara historis, wilayah Alabama memang selalu mengalami kekurangan. Banyak penduduk Alabama yang masih hidup pada garis kemiskinan yang di tetapkan oleh PBB (United Nations). Kota Birmingham memegang peran penting dalam sejarah warga African-American di AS karena merupakan titik penting dalam sejarah Civil Rights Movement pada jaman 1960an. Salah satu tujuan Civil Rights Movement saat itu adalah untuk menghapus sistem segregasi antara penduduk “kulit putih” dan “kulit hitam”. Pemimpin Civil Rights Movement Dr. Martin Luther King Jr sempat dipenjara di Birmingham pada tahun 1963.

Jadi adalah signifikan bahwa laptop XO/OLPC mulai diterapkan di Birmingham, Alabama. Diharapkan laptop XO akan memberikan kesempatan bagi anak-anak dari latar belakang sosio-ekonomik lemah untuk melompat maju (leapfrog) ke masa teknologi Internet. Dengan demikian membantu masa depan mereka dan masa depan propinsi Alabama.

→ Tinggalkan KomentarKategori: OLPC · Teknologi Informasi

Nintendo Wii laku keras

November 29, 2007 · & Komentar

Masa “liburan” di AS (yang di sebut “holiday season”) merupakan masa di mana para shopper belanja besar. Dari segi toko retail ada tiga hari yang dianggap paling penting dalam pola belanja masyarakat di AS. Yang pertama adalah hari Jumat sesudah hari Thanksgiving (yaitu hari Kamis ke empat pada bulan November). Hari Jumat ini sering kali di label Black Friday. Artinya toko2 memiliki pemasukan positif (tinta hitam).

Hari shopping besar kedua adalah Cyber Monday, yaitu hari Senin sesudah Thanksgiving. Banyak orang belanja melalui Internet pada hari Senin dan Selasa sesudah Thanksgiving. Tahun 2007 targetnya sekitar $700M untuk Cyber Monday. Hari ketiga adalah tanggal 24 Desember (satu hari sebelum Natal). Hari itu orang2 biasanya panik belanja sebab belum selesai membeli hadiah natal. Dari segi jumlah pemasukan bagi toko2 retail, tanggal 24 Desember sebenarnya hari paling penting dibanding kedua hari tadi.

Minggu lalu merupakan minggu sukses bagi Nontendo. Produk Nintendo Wii laku keras. Dilaporkan sejumlah 350,000 unit Wii habis laris dalam jangka waktu 7 hari. Jumlah ini luar biasa dibandingkan Microsoft Xbox dan SOny PS3. Padahal harga Ninetendio sekira $250. (Xbox kira2 laris 300,000 unit selama 1 bulan, Oktober).

Diperkirakan masa Natal ini produk Wii akan sulit didapat. Di eBay produk Wii sudah mecapai harga $600. Nintendo sudah mempertinggi tingkat produksi sampai 1.8 juta unit per bulan, tapi dianggap masih kurang cukup.

→ 4 CommentsKategori: Teknologi Informasi

Produksi OLPC dimulai

November 8, 2007 · & Komentar

Kemarin merupakan landmark penting dalam sejarah komputer PC. Komputer murah yang dikenal dengan nama OLPC (atau XO) mulai di produksi di Taiwan oleh perusahaan Quanta. Target harga saat ini adalah $200. Tujuannya seharga $100, yang mungkin tercapai beberapa tahun lagi. Harga hardware memang selalu turun karena komoditisasi. Berikut foto dan artikel dari CNET.

→ 2 CommentsKategori: OLPC

Sektor IT di Indonesia dari pandangan BSA

Oktober 14, 2007 · & Komentar

Minggu lalu ada tayangan muncul dalam milis Telematika (di Yahoo Groups) mengenai artikel Kompas (8 Oktober 2007). Topik artikel itu mencangkup suatu laporan yang di luncurkan oleh organisasi Business Software Alliance (BSA).

BSA merupakan konsorsium industri software yang memiliki berbagai fokus. Diantaranya adalah untuk mengurangi tingkat pembajakan software. Laporan tersebut berjudul The means to compete: Benchmarking IT industry competitiveness. Laporan itu ditulis oleh organisasi Economist Intelligence Unit (dari majalah The Economist), dan penulisannya disponsori oleh BSA. EIU memiliki indeks kompetitif (competitivesness index) bagi industri IT. Indonesia menempati urutan ke-57 (dari 64 negara). Di antara negara Asia-Pacific mendapat urutan 14 dari 16.

Tujuan laporan itu adalah untuk mengukur daya kompetitif industri IT di 64 negara, termasuk Indonesia. Selain itu laporan tersebut mencakup interview 20 orang eksekutif senior dunia IT untuk menelaah pendapat mereka mengenai daya kompetitif IT.

IMHO, laporan tersebut mengandung banyak mengandung poin-poin dan insight menarik mengenai masalah perkembangan industri IT di negara-negara berkembang. Sehingga dari pada meributkan posisi Indonesia dalam urutan indeks kompetitif, akan lebih berguna untuk mempelajari laporan tersebut dengan seksama. Berikut saya lampirkan beberapa poin dari laporan tersebut.

  • Traditional agrarian economies starting from a blank sheet of paper may also be able to leapfrog stages of IT development. They’re able to make purchases of solutions without being hamstrung by legacy infrastructure and move quite rapidly on the technology curve.
  • A skilled workforce is at the heart of any country’s IT sector. Without skilled employees, technology firms cannot grow and flourish, and there is a strong relationship between the strength of a country’s higher education system and that of its technology sector.
  • An important prerequisite for the competitiveness of a country’s IT sector is a stable and open business environment. Aside from political and macroeconomic stability, this means an entrenched government commitment to wide-ranging competition, protection of privat property, the fostering of crossborder trade and inward foreign investment, and transparent and consistent regulation, among other factors.
  • Skills requirements are changing radically. Talented IT employees are already in short supply everywhere, but the situation will get tougher, as the nature of skills needed is changing.

Banyak lagi poin-poin baik dari laporan tersebut. Banyak gunanya kalau di adakan seluruhnya dalam Bahasa Indonesia, dan di sebarkan gratis ke berbagai aparat pemerintah dan swasta yang berhubungan dengan IT, Telematika, Telekom dan IPtek umumnya di Indonesia.

→ 2 CommentsKategori: Teknologi Informasi

Oleh-oleh dari Intel Developers Forum (IDF Fall 2007)

Oktober 6, 2007 · & Komentar

 

Dua Minggu yang lalu saya kebetulan mampir ke IDF Fall 2007. Seperti tahun-tahun sebelumnya IDF tahun ini membawa beberapa surprise menarik dari Intel. Dan memang Intel selalu meluncurkan produk-produk baru, serta konsep2 menarik pada acara IDF di San Francisco.

Acara 3 hari ini padat juga dengan pengunjung. Dengar-dengar hampir ada 5000 pengunjung (suatu rekor baru bagi event IDF). Saya hanya beberapa menit terlambat untuk keynote CEO Intel (Paul Otellini), tetapi tidak kebagian tempat duduk. Sehingga kita-kita yang telat harus nonton LCD besar di depan pintu ruang keynote. Itu juga yang nonton berdiri cukup banyak (hampir 100 orang).

Ada beberapa perkembangan strategis yang di umumkan oleh Paul Otellini dan pimpinan Intel lainnya (seperti Pat Gelsinger, Dadi Perlmutter dan Anand Candrasekher):

  • Processor skala 45nm dan Penryn: Processor Penryn core merupakan tahap selanjutnya dari produk jenis processor dari Intel. Penryn merupakan processor pertama yang menggunakan skala 45nm. Intel mengumumkan peluncuran Penryn akan pada tanggal 12 November 2007. Tujuannya adalah untuk meluncurkan 15 jenis processor skala 45nm sampai akhir tahun 2007 ini.
  • Mobile Internet Device (MID): Tujuan Intel adalah untuk mendominasi dunia processor dan chipset bagi perangkat2 kecil, seperti laptop super-kecil, PDA dan ponsel (cellphone). Salah satu tujuannya adalah untuk memperkecil ukuran processor/chipset sampai 60%, sehingga sesuai untuk alat-alat jenis MID.
  • WiMax: Menurut Intel, WiMax (atau 802.16) merupakan kunci utama perkembangan mobile entertainment. Pada IDF2007 ini Intel menunjukkan demo dari kombinasi WiFi (802.11) dan WiMax (802.16) pada package kecil hardware yang sama. Tujuan utama Intel adalah untuk memberadakan hardware WiMax untuk komputer PC mulai tahun 2008. Kombinasi WiFi + WiMax betul-betul exciting! (NB: Menarik juga bahwa ada rumor Cisco ingin “jajan” akuisisi perusahaan base station (access point) hardware WiMax).

IDF selalu mencapaikan, tetapi rame deh. Banyak sekali perkembangan baru dan proyek-proyek baru dari Intel. Istilahnya, serasa minum dari pompa air (Like drinking from a firehose).

→ 3 CommentsKategori: Teknologi Informasi